Menerapkan Gaya Hidup Sehat Niksen Asal Belanda

Menerapkan Gaya Hidup Sehat Niksen Asal Belanda

Menerapkan Gaya Hidup Sehat Niksen Asal Belanda – Ketika semua pekerjaan dan kehidupan menjadi terlalu melelahkan dan membingungkan, suasana santai dan tenang akan menjadi hal yang dirindukan.

The Power of to do nothing, Menarik napas panjang, bersantai sejenak, menghirup segarnya aroma teh yang menenangkan, atau bahkan rebahan. Nikmatnya bersantai. Tak ada salahnya untuk bersantai barang sejenak kok.

Mungkin sebelumnya Anda pernah mendengar beberapa nama konsep gaya hidup dari negara-negara Eropa yang cukup menarik. Misalnya, Hygge dari denmark dan Lagom dari Swedia. Hygge berfokus pada kebahagiaan, sedangkan Lagom berfokus pada keseimbangan. Dan dari Belanda itu sendiri terdapat gaya hidup yang bernama Niksen. Konsep-konsep gaya hidup santai seperti niksen ini juga marak sekitar tiga tahun terakhir, beriringan dengan meningkatnya burnout di negara-negara maju seperti AS. Sebelum niksen, muncul konsep konsep hygge dari Denmark. Hygge sendiri kira-kira berarti melakukan hal-hal yang membuat diri sendiri merasa nyaman.

Awalnya konsep ini tercipta untuk menghindari orang-orang Denmark dan Norwegia dari stres akibat musim dingin berkepanjangan. Pada 2016, Meik Wiking yang dikenal sebagai “peneliti kebahagaiaan”, menerbitkan buku The Little Book of Hygge: Danish Secrets to Happy Living. Buku tersebut diganjar predikat “Buku Laris versi New York Times”. Hygge pun langsung populer di AS.

Sebenarnya hal yang disarankan Wiking cukup sederhana. Misalnya membuat suasana rumah lebih nyaman dengan menyalakan lilin aromaterapi. Menambahkan selimut, memasak masakan kesukaan, dan mengundang kerabat dekat untuk menghabiskan waktu bersama di rumah juga bisa dilakukan.

Menerapkan Gaya Hidup Sehat Niksen Asal Belanda

Bila seseorang tidak sedang mengalami musim dingin, Hygge bisa dipraktikkan dengan melakukan berbagai hal yang bikin hati senang.

Setahun setelah hygge, muncul tren lagom di Swedia. Gaya hidup yang dicetuskan Lola Akinmade ini bertujuan agar seseorang bisa mencapai kebahagiaan dengan menjalani rutinitas yang seimbang.

Lain halnya dengan gaya hidup asal satu lagi negara Eropa, yakni Niksen yang berasal dari Belanda. Saat ini niksen juga sedang jadi praktik yang lumrah dilakukan di negara kincir angin. Atas nama niksen, warga Belanda melakukan apa yang ingin mereka lakukan tanpa tujuan tertentu, misalnya duduk melihat pemandangan, mengosongkan jadwal dan tidak membuat rencana apa pun, mendengarkan musik, atau jalan santai. idnplay

“Intinya ini memotivasi orang untuk berani bersantai. Dengan melakukan Niksen, seseorang mengizinkan hidup berjalan dengan semestinya. Untuk sementara waktu membebaskan diri dari tekanan dan tanggung jawab untuk melakukan berbagai hal,” kata Eve Ekman, director of training di Greater Good Science Center, University of California, Berkeley

Kira-kira, apa arti gaya hidup ini, ya? Yuk, cari tahu lebih lengkapnya di bawah ini!

Pengertian Niksen

Carolien Hamming, managing director dari salah satu pusat kesehatan mental di Belanda, menjelaskan bahwa Niksen memiliki arti tidak melakukan apapun, berdiam diri, atau bahkan melakukan sesuatu yang tidak ada gunanya. Hmm, konsep gaya hidup yang cukup unik, ya!

Untuk mempraktikkan Niksen, Anda bisa bersantai sambil mendengarkan musik atau hanya sekadar melamun sambil menatap jendela. Carolien menambahkan, yang paling penting adalah Anda tidak memiliki tujuan apa-apa saat melakukannya.

Menurut Ruut Veenhoven, sociologist dan profesor di Erasmus University Rotterdam Belanda, sangatlah penting untuk memiliki waktu relaksasi. Nah, cara relaksasi ini bisa Anda temukan dalam berbagai konsep gaya hidup seperti Niksen, tinggal Anda cari saja mana yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Anda.

Manfaat Melakukan Niksen

Di era yang serba cepat da serba sibuk serperti saat ini, ditambah lagi dengan adanya pandemi corona, kesehatan mental tentu menjadi aspek yang kian penting untuk dijaga. Akibat terlalu sibuk bekerja, tak sedikit pula orang yang mengalami burnout.

Nah, meski Niksen kerap dianggap sebagai bermalas-malasan, namun tak bisa dipungkiri bahwa ‘bermalas-malasan’ ini juga menjadi salah satu cara untuk membantu mengurangi stres dan menjaga kesehatan mental dari risiko stres yang terus meninggi.

Menurut hasil riset, tidak melakukan apapun dan berhenti sejenak dari kesibukan pun memiliki beberapa manfaat positif untuk kesehatan mental, seperti:

-Mengurangi rasa cemas

-Mengurangi stres

-Memicu munculnya ide-ide baru

-Mendorong kemampuan problem solving

-Memicu inspirasi dan menjernihkan pikiran

“Semua orang mencari jalan kembali untuk menikmati hidup dan rekoneksi dengan dirinya,” kata Eve Ekman, direktur pelatihan di Greater Good Science Center di University of California, Berkeley.

Ekman mengungkapkan bahwa niksen punya banyak manfaat, misalnya memperlambat emosional, mengurangi kecemasan. Sedangkan untuk fisik, niksen dianggap bisa melambatkan laju penuaan dan memperkuat imun tubuh untuk melawan flu.

Di era yang serba cepat dan serba sibuk seperti saat ini, ditambah lagi dengan adanya pandemi Corona, kesehatan mental kita tentu menjadi aspek yang kian penting untuk dijaga. Akibat terlalu sibuk bekerja (WFH), tak sedikit pula orang yang mengalami burnout.

Nah, meski konsep gaya hidup Niksen kerap dianggap sebagai bermalas-malasan, tetapi tak bisa dipungkiri bahwa ‘bermalas-malasan’ ini juga menjadi salah satu cara untuk membantu mengurangi stres dan menjaga kesehatan mental dari risiko stres yang terus meninggi, lho.

Tak hanya itu, Veenhoven mengatakan kalau niksen akan membantu orang menemukan ide baru. Bahkan ketika menerapkan ‘niks’ atau tak melakukan apa-apa, otak manusia masih memproses informasi dan dapat menggunakan kekuatan yang ada untuk memecahkan masalah yang tertunda. Pada akhirnya akan meningkatkan kreativitas.

“Kita harus punya waktu untuk santai dan relaksasi bisa dikombinasikan dengan aktivitas yang mudah, misalnya merajut,” kata Vennhoven.

“Salah satu dari aspek ‘seni hidup’ adalah menemukan cara santai yang paling cocok untuk Anda sendiri. Anda akan menemukan perilaku mana yang paling efektif untuk Anda setelah mencoba banyak cara.”

Awalnya mungkin tak mudah untuk melakukan niksen, sebagai langkah awal, lakukan ini setidaknya seminggu sekali. Setelah seminggu bekerja, luangkan satu hari untuk benar-benar hidup tanpa janji atau kewajiban apapun. “Berani diam,” katanya. “Ini semua tentang membiarkan hidup berjalan sesuai rencana, dan membebaskan kita dari kewajiban sesaat,” kata Hamming.

Menerapkan Gaya Hidup Sehat Niksen Asal Belanda

Maka tak heran, beberapa orang mengungkapkan, ketika mereka sedang di kamar mandi untuk melakukan buang air besar, seringkali tercetus pemikiran atau ide-ide menarik yang sebelumnya tak pernah terpikirkan. Itulah salah satu bentuk dan manfaat dari niksen.

Selain memang baik untuk menjaga kesehatan pikiran dan ketenangan hati, niksen memiliki banyak manfaat jika diaplikasikan dengan benar. Artinya, jangan sampai Anda melakukan niksen terus menerus dan malah melupakan kewajiban yang harus dikerjakan. Lakukanlah niksen di waktu luang Anda, bisa di akhir pekan atau saat sebelum tidur.

Apabila Anda sudah merasa terlalu penat dan lelah, tidak perlu merasa bersalah untuk melakukan Niksen alias nggak ngapa-ngapain selama beberapa waktu. Namun, tentu mengusung gaya hidup Niksen juga tidak bisa menjadi alasan untuk terus-terusan tidak produktif. Pastikan hidup Anda tetap seimbang antara apa yang harus dikerjakan dan juga waktu untuk relaksasi, ya!

Sistem Karantina Cerdas Saat Pandemi Di Belanda

Sistem Karantina Cerdas Saat Pandemi Di Belanda

Sistem Karantina Cerdas Saat Pandemi Di Belanda- Setelah Pemerintah Belanda melakukan sistem krantina pada wilayahnya secara cerdas atau sebutannya Intelligent Lockdown. Penyebaran virus corona yang terjadi sangat begitu cepat di Belanda sehingga jumlah kematian yang terjadi pada negara tersebut merupakan salah satu yang tertinggi di dunia. Belanda juga dituduhkan tidak memberikan sikap solidaritas dengan negara lain di Eropa pada bagian Selatan, dimana daerah tersebit merupakan dampak virus corona paling parah.

Lantas apa yang hendak dicapai Belanda dan bagaimana hal itu memancing reaksi Italia?

Apa yang dimaksud ‘lockdown cerdas’?
Belanda adalah satu dari segelintir negara yang merangkul gagasan kekebalan kelompok alias herd immunity. Pendekatan yang masih diperdebatkan itu disebut seorang pakar kesehatan Belanda sebagai cara yang dingin dan penuh perhitungan.

Karenanya, alih-alih memberlakukan karantina wilayah secara ketat yang ditempuh berbagai negara di Eropa dan Asia, pemerintah Belanda menerapkan ‘lockdown cerdas’ atau ‘lockdown yang ditargetkan’.

Sistem Karantina Cerdas Saat Pandemi Di Belanda

Pemerintah Belanda ingin melindungi aspek sosial, ekonomi, dan psikologi dari dampak karantina wilayah sehingga suatu saat upaya kembali ke kondisi normal akan lebih mudah. Penjual bunga, toko material, toko daging, toko roti, dan toko mainan di sekitar rumah saya masih melayani para pelanggan. Poster-poster di pintu serta stiker-stiker bergambar di lantai mendorong warga untuk menjaga jarak satu sama lain. Sementara para kasir memakai jenis sarung tangan yang dipakai dokter di rumah sakit.

Tempat usaha yang mengandalkan sentuhan dengan pelanggan, seperti pemangkas rambut, perawat kecantikan wajah, dan rumah bordil dipaksa untuk menghentikan layanan mereka. idn play

Adapun sekolah, tempat penitipan anak, dan universitas ditutup setidaknya sampai 28 April mendatang.

Bar, restoran, dan toko penjual ganja ditutup, walau banyak pelanggan yang menggunakan layanan pesan antar mereka.

“Kami pikir kami berkepala dingin,” jelas Dr Louise van Schaik dari Institut Hubungan Internasional Clingendael.

“Kami tidak ingin bereaksi berlebihan, mengunci semua orang di rumah mereka. Dan lebih mudah untuk menjaga jarak antargenerasi di sini karena nenek dan kakek tidak tinggal di rumah yang sama dengan anak-anak mereka,” imbuhnya.

Khalayak diarahkan untuk tinggal di rumah, namun warga bisa keluar rumah jika tidak bisa bekerja dari rumah atau harus berbelanja keperluan sehari-hari atau menghirup udara segar, selama mereka menjaga jarak satu sama lain sejauh 1,5 meter.

Arahan itu secara umum dipatuhi khalayak Belanda. Sebuah survei menunjukkan 99% masyarakat menjaga jarak satu sama lain dan 93% tinggal di rumah sebisa mungkin.

Perdana Menteri Mark Rutte menyebut Belanda sebagai “negara orang dewasa”.

“Dari yang saya dengar di sekitar saya, orang-orang senang karena mereka diperlakukan sebagai orang dewasa, bukan sebagai anak-anak,” ujar Rutte pada Jumat (03/04).

Terkadang karantina wilayah ini tidak terasa. Kota-kota memang tampak sepi, namun anak-anak masih bermain panjat besi di taman dan para remaja bersepeda berdampingan.

Bagaimana Belanda melampaui Inggris dalam kekebalan kelompok
Tatkala kepala penasihat saintifik Inggris mengungkap rencana pengembangan kekebalan secara meluas di masyarakat, dalam beberapa hari sejumlah peneliti menyingkap bahwa rencana tersebut dapat menewaskan 250.000 jiwa. Pemerintah Inggris pun memutar haluan.

Memperbolehkan virus mematikan untuk menyebar ke masyarakat demi menciptakan kekebalan kelompok, secara implisit berarti membiarkan orang-orang meninggal dunia.

Awalnya pendekatan ini diterima pemerintah Belanda, namun kemudian dengan cepat dimodifikasi sebagai efek samping yang berguna alih-alih tujuan utama.

Dalam pidato yang disampaikan kepada seluruh warga pada 16 Maret lalu, Rutte menjelaskan secara garis besar pendekatannya.

“Kita bisa memperlambat penyebaran virus ini dan pada saat bersamaan membangun kekebalan populasi dengan terkendali,” jelasnya.

“Kita harus menyadari bahwa perlu waktu berbulan-bulan atau bahkan lebih lama untuk membangun kekebalan kelompok dan pada masa itu kita perlu melindungi orang sebisa mungkin dari risiko yang lebih besar.”

Prof Claes de Vreese dari Universitas Amsterdam meyakini pemerintah Inggris tidak punya apa-apa bagi penerapan kebijakan semacam itu.

“Khalayak akan terombang-ambing dan merasa mereka adalah bagian dari eksperimen sosial yang aneh,” katanya.

Apakah bisa berhasil?
Badan kesehatan masyarakat Belanda (RIVM) telah meluncurkan kajian untuk meninjau seberapa jauh antibodi diciptakan ketika masyarakat terpapar, tetap efektif dalam mencegah tertular kembali.

“Ini semacam menciptakan vaksin internal Anda sendiri, dengan terpapar padanya [virus] dan membiarkan tubuh Anda menghasilkan antibodi itu secara alami, menjadi vaksinasi yang belum ditemukan,” papar Prof Aura Timen dari RIVM.

Menurutnya, mereka masih melakukan apa yang mereka bisa untuk memperlambat laju penyebaran Covid-19 sehingga dapat “meratakan kurva”.

Masalahnya, jumlah kematian di Belanda relatif tinggi untuk populasi sebanyak 17,2 juta orang.

“Kami punya sistem pelaporan yang bagus untuk orang-orang yang terinfeksi, yang dibawa ke rumah sakit, dan juga untuk kematian,” jelas Prof Timen.

Kenyataan terasa ketika angka kematian naik
Belanda kini berupaya keras meningkatkan kapasitas rumah sakit mengingat puncak krisis ini diperkirakan tiba dua pekan mendatang dan angka kematian dapat mencapai 175 orang dalam periode 24 jam. Sebanyak 1.650 orang telah meninggal dunia sejak krisis ini dimulai.

Sejumlah pasien dikirim ke Jerman untuk melowongkan ranjang rumah sakit dan ruang konser Ahoy Rotterdam, yang sedianya dipakai menjadi tempat penyelenggaraan kontes menyanyi Eurovision 2020, kini menjelma sebagai fasilitas darurat.

Ada rencana menambah jumlah tes hingga empat kali lebih banyak dan para tenaga kesehatan yang tidak terlibat secara langsung dalam penanganan virus corona diuji pula.

Namun, juga ada kemunduran.

Ketika sejuta masker yang datang dari China dianggap tidak sesuai standar, pemerintah harus memerintahkan penarikan darurat.

Karena alat pelindung diri (APD) begitu minim, para mahasiswa di Delft berupaya mengubah snorkel untuk berenang menjadi masker bedah. Kemudian seniman lokal Space Fantastic mengumpulkan sumbangan kain sekaligus relawan yang menjahit masker untuk para tenaga kesehatan di garis depan.

Belanda membuat marah warga Italia
Warga Belanda umumnya pro-Eropa. Sehingga ketika sejumlah tokoh Italia mengirim surat terbuka ke sebuah koran Jerman, yang isinya mengecam warga Belanda karena “kurang beretika dan solidaritas dalam semua hal”, kalimat itu begitu menusuk.

Surat itu sendiri dilatarbelakangi oleh sikap Belanda dan Jerman yang memimpin penolakan “surat utang corona” alias pelonggaran utang negara-negara di Eropa selatan, termasuk Ital

Sistem Karantina Cerdas Saat Pandemi Di Belanda

Belanda dan Jerman memang berkontribusi banyak di Uni Eropa, namun pendekatan Belanda yang “pelit” dan arogan ini cepat atau lambat akan menjadi bumerang, kata, Remco van de Pas, dosen kesehatan global dari Universitas Maastricht.

Lebih lanjut, sikap Belanda itu dipandang akan justru berdampak buruk bagi Belanda sendiri.

“Jika seluruh wilayah selatan kolaps, wilayah utara yang kaya tak akan eksis lagi,” ujar mantan presiden Bank Nasional Belanda, Nout Wellink.

Secara terpisah, Prof Claes de Vreese berkata bahwa Belanda bergantung pada negara-negara Uni Eropa lain untuk membeli ekspornya.

“Kami punya kepentingan sama dalam konteks ekonomi, yang membuat persatuan [Uni Eropa] dan euro dalam posisi kuat.”

Lalu muncul pengakuan dari Menteri Keuangan Belanda, Woepke Hoekstra. Ya, respons awal Belanda kurang berempati.

“Kami kurang berempati, hingga sampai ke titik muncul perlawanan. Kami tidak berhasil menyampaikan apa yang kita inginkan,” kata Hoekstra.

PM Rutte kemudian mengusulkan dana darurat UE dari semua negara anggota untuk menutup biaya medis dalam krisis ini.

“[Dana] ini tidak sebagai pinjaman atau garansi, namun sebagai hadiah untuk mereka yang memerlukan.”

Belanda akhirnya terpaksa memberi.

“Belanda diuntungkan luar biasa oleh Uni Eropa, pasar tenaga kerja yang terbuka, pasarnya, dan mobilitasnya,” tutur Dr van de Pas.

Namun, pemikiran ‘lockdown cerdas’, berdasarkan bukti dan angka-angka, sangat berbeda dengan pendekatan tegas yang diterapkan negara tetangga, Belgia, yang juga memiliki angka kematian tinggi.

Bagi Dr van de Pas, pendekatan dingin dan penuh perhitungan ala Belanda yang mungkin hanya bisa berhasil dalam masyarakat individualistis yang terbiasa dalam budaya medis non-intervesionis dari lahir hingga meninggal dunia.

Kemudian, walau kekebalan kelompok—yang dimodifikasi sedemikian rupa—pada akhirnya mungkin akan meredam dampak pandemi, toh pendekatan tersebut harus diterima oleh populasi dalam jumlah yang subtansial.

Kekhawatirannya sekarang adalah pendekatan Belanda boleh jadi didasarkan pada aspirasi belaka ketimbang kecerdasan yang sesungguhnya sehingga ‘lockdown cerdas’ ala Belanda tidak membuat populasi negara itu menjadi kebal terhadap virus corona.

Mundurnya Menkes Belanda Akibat Kelelahan Menangani Kasus Corona

Mundurnya Menkes Belanda Akibat Kelelahan Menangani Kasus Corona

Mundurnya Menkes Belanda Akibat Kelelahan Menangani Kasus Corona – Otoritas kesehatan Belanda hari ini melaporkan tidak ada kematian baru dalam semalam akibat pandemi coronavirus untuk pertama kalinya sejak awal Maret.

Secara resmi Belanda telah melaporkan 49.658 kasus infeksi Virus Corona dengan 69 orang dinyatakan positif selama 24 jam terakhir.

Secara keseluruhan 6.090 orang telah meninggal sampai Selasa (23/6/2020) WIB.

“Belum ada laporan kematian,” kata Institut Nasional untuk Kesehatan Masyarakat (RIVM) di situs webnya seperti ditulis dailymail.co.uk.

Namun RIVM memperingatkan bahwa ‘ada keterlambatan antara hari seorang pasien dirawat di rumah sakit atau meninggal dan ketika itu benar-benar dilaporkan’, yang berarti kematian pada akhir pekan mungkin belum ditandai.

Mundurnya Menkes Belanda Akibat Kelelahan Menangani Kasus Corona

Belanda mencatatkan rekor tanpa ada kematian dalam 24 jam terakhir sejak Maret 2020.

Sebagai negara berpenduduk lebih dari 17 juta orang, Belanda mengambil pendekatan ‘penguncian cerdas’ terhadap pandemi – tidak seketat beberapa negara Eropa lainnya.

Restoran, bioskop, kafe, museum, dan teras semuanya diizinkan untuk dibuka pada 1 Juni 2020 tetapi dengan persyaratan menjaga jarak sosial. idnpoker

Sekolah-sekolah juga sebagian besar telah dibuka kembali.

Tetapi polisi anti huru hara harus menggunakan meriam air dan menangkap ratusan orang setelah bentrokan terjadi pada hari Minggu selama protes atas langkah-langkah penanganan virus.

Pada 16 Juni 2020 dilaporkan nol kematian.

Menteri Kesehatan Belanda untuk layanan medis, Bruno Bruins (56), mengundurkan diri dari jabatannya. Hal ini ia umumkan pada hari Kamis (19/3/2020) usai sehari sebelumnya mengalami kolaps akibat kelelahan bekerja memimpin penanganan virus corona COVID-19.

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengatakan Bruno mundur dari posisinya karena tidak tahu kapan bisa pulih dan kembali bertugas. Sementara itu wabah virus corona terus menyebar sehingga dibutuhkan segera sosok yang bisa memimpin upaya penanganan.

Awalnya, Bruno Bruins diserang berbagai kritikan dari parlemen Belanda. Sang menteri pun mencoba menerangkan situasi yang terjadi di Belanda terkait mewabahnya virus corona. Bruno diketahui kolaps saat melakukan rapat parlemen membahas penanganan virus corona pada Rabu (18/3/2020). Menteri Kesehatan Belanda Bruno Bruins terekam kamera jatuh saat sidang parlemen. Kondisi yang disebutnya kelelahan karena menangani wabah virus corona.

Bruins terlihat jatuh di belakang mimbar pembicara ketika mendapat pertanyaan. Dia sempat dibantu berdiri oleh koleganya sesama menteri. Sekitar 35 menit dalam persidangan, pemimpin paling kanan Geert Wilders mulai mendesak Bruins tentang ketersediaan masker bedah di “Negeri Kincir Angin”.

Bruins tiba-tiba terhuyung mundur dan tumbang. Dia langsung ditolong dan dibantu berdiri oleh Menteri Sosial Wouter Koolmees. Setelah berdiri lagi, Bruins menyeruput segelas air dan berjalan keluar dari parlemen.

“Saya rasanya ingin pingsan karena kelelahan dan minggu-minggu yang intens. Sekarang saya sudah lebih baik. Saya akan pulang untuk beristirahat sebentar supaya besok bisa kembali melawan virus corona,” tulis Bruno di media sosial

Sehari setelah pingsan karena kelelahan selama debat parlemen mengenai pandemi corona COVID-19, Bruno Bruins menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya.

Bruins mengatakan dia pingsan setelah berminggu-minggu bekerja keras, demikian dilansir Reuters yang dikutip Antara.

Mundurnya Menkes Belanda Akibat Kelelahan Menangani Kasus Corona

Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte mengatakan Bruins telah berhenti karena tidak mengetahui waktu yang dibutuhkannya untuk kembali sehat.

Dalam pernyataannya, pria 56 tahun ini mengatakan tidak lagi mampu secara fisik untuk mengemban tugas ini.

Dia menggambarkan pemberantasan virus corona sebagai olahraga profesional tingkat tinggi.

“Saya menyimpulkan bahwa tubuh saya tidak bisa lagi menangani ini karena kelelahan,” kata Bruno

“Sifat krisis adalah sedemikian rupa sehingga menuntut seorang menteri yang dapat siap segera melakukan berbagai upaya penuh,” kata Rutte saat konferensi pers yang disiarkan televisi.

Tidak seperti beberapa negara Eropa lainnya, Belanda hanya memilih untuk menutup sekolah dan tempat penitipan anak, dan belum menutup perbatasannya. Saat ini negara itu tercatat memiliki lebih dari 2.000 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi.

Menurut sumber pemerintah, seperti dikutip National Post, Raja Willem-Alexander menerima pengunduran diri Bruins, seperti yang direkomendasikan oleh Perdana Menteri Mark Rutte. Raja juga tidak lupa berterima kasih atas semua peran dan jasa yang diberikan Bruins selama menjalankan tugas-tugasnya yang penting.

Sementara itu, pemerintah Belanda mengumumkan bahwa Bruins sudah ada penggantinya. Sementara ini adalah Wakil Perdana Menteri Hugo de Jonge.

Amsterdam bergerak cepat menangkal wabah tersebut dengan menutup sekolah, bar, restoran, kelab seks, hingga penjualan ganja pada Minggu (15/3/2020). Antrean dengan cepat dlaporkan terjadi di kedai kopi yang biasanya menjual ganja, dengan pemerintah menekan agar setiap tempat usaha mematuhi aturan. Menteri Pendidikan Arie Slob menyatakan, mulai Senin (16/3/2020) hingga 6 April, pusat penitipan anak dan sekolah diliburkan.

Pengecualian diberikan kepada pusat penitipan yang mempunyai anak dengan jenis profesi orangtua yang tergolong sangat penting. “Semua restoran dan bar harus tutup pukul 18.00. Begitu juga sauna, pusat kebugaran, kelab seks, dan penjualan ganja,” jelas Bruins.

Kantor berita NOS melaporkan, menyikapi pengumuman pemerintah, sekolah-sekolah sudah mulai menerapkan pembelajaran via internet. Bruins menjelaskan, kebijakan yang dia terapkan terjadi buntut kafe di bagian perbatasan selatan yang diisi oleh warga Belgia. Wali Kota Knokke yang berbatasan dengan Belanda, Leopold Lippens, merespons dengan meminta agar warga Belgia tidak bepergian ke Belanda. “Jika Anda berani berkunjung, maka Anda akan kembali ke Belgia dengan risiko membawa virus corona itu. Cara ini bisa membuat wabahnya makin tak terbendung,” kata dia.

Langkah-langkah untuk membatasi penyebaran virus corona baru di Belanda berhasil mengurangi separuh tingkat infeksi. Tapi, upaya itu harus berlanjut biar benar-benar efektif.

Tingkat infeksi virus corona yang tercatat di Belanda, dengan lebih dari 1.000 orang meninggal, menurun tajam sejak pemerintah menutup semua sekolah, restoran, dan bar sejak bulan lalu.

“Langkah-langkah itu tampaknya berhasil”, kata Kepala Institut Kesehatan Masyarakat Belanda Jaap van Dissel dalam sebuah briefing dengan Parlemen Belanda. “Sekarang sangat penting untuk melanjutkannya”. “Jumlah rata-rata orang yang terinfeksi oleh seseorang yang membawa virus corona telah turun di bawah 1 (digit %) di Belanda sejak pertengahan Maret,” ujar Van Dissel, Rabu (1/4), seperti dikutip Reuters.

“Pada tingkat itu, infeksi akan perlahan-lahan berkurang. Tetapi, itu tidak berarti kita bisa melonggarkan langkah-langkah kita, karena kemudian tingkat infeksi akan naik lagi,” tegas dia.

Meskipun tingkat infeksi lebih rendah, jumlah pasien di unit perawatan intensif akan terus meningkat tajam dalam beberapa minggu mendatang, Van Dissel menambahkan, mungkin mencapai puncak sekitar 2.400 orang di akhir April. Rumahsakit di Belanda saat ini memiliki sekitar 1.600 tempat tidur perawatan intensif yang tersedia, dan berencana untuk meningkatkan jumlah ini menjadi 2.400 tempat tidur pada Minggu (5/4).

Pada Senin (30/3), jumlah kematian di Belanda akibat epidemi virus corona mencapai 1.039 orang, sementara jumlah kasus infeksi yang terkonfirmasi meningkat menjadi 12.595 kasus.